SEBUT SAJA NAMANYA BUNGA .. ANAK KELAS 2 SMP ITU
DULU ADALAH GADIS MANIS YANG ENERJIK . KEADAANNYA
BERUBAH MENJADI 180 DERAJAT SETELAH SEL KANKER
MENGGEROGOTI TUBUHNYA
Tubuhnya yang dulu padat berisi , kini jadi kurus kering . Rambutnya yang dulu panjang terawatt , kini rontok kecuali beberapa helai saja . Kondisinya tak kunjung membaik , meski ia sudah menjalani kemoterapi berkali-kali . Mengapa bunga yg semuda itu terserang kanker ? Ternyata , semua itu berawal dari pola makannya . Sejak kecil , ia enggan makan nasi . Hanya mi instan yang di santapnya sehari-hari , baik pagi , siang , maupun malam . Ia pun suka minum-minuman instan yang banyak tersedia di pasaran , daripada minum air putih .
Yang seperti ini dirasakannya lebih nikmat di lidah . Ia tak menyadari ,jika apa yang ia santap setiap hari itu telah meracuni tubuhnya . Racun itu terkandung dalam penyedap masakan , pengawet , pewarna atau pemanis buatan dalam makanannya. Semua menumpuk dan mengendap dalam tubuhnya hingga timbullah penyakit ganas itu .
Sobat , kesehatan adalah karunia Allah yang seharusnya kita syukuri dan pertahankan . Kalau terlanjur sakit , biaya berobat bisa sangat mahal . Karena itu , menjaga kesehatan dan mencegah penyakit selalu lebih murah , dan sebenarnya juga sangat mudah . Tinggal mau atau tidak kita melaksanakannya . Paling tidak , pola hidup sehat dan pola makan seimbang harus kita biasakan . Usahakan setiap hari minum banyak air putih ! Serta banyak makan sayur dan buah-buahan .
Hindari makan-makanan yang tidak sehat , atau malah bisa merugikan kesehatan . Misalnya yang mengandung terlalu banyak penyedap , pengawet , pemanis buatan , dan pewarna makanan . Kalau tidak bisa menghindari sepenuhnya , yah jarang-jarang saja makannya .
Satu lagi , jangan terpengaruh iklan tv yang menawarkan beragam masakan lezat . Yang sepertinya lezat itu belum tentu sehat , makanya ada istilah makanan sampah ( Junk Food ) . So , jangan makan dan minum sembarangan . Makan dan minumlah yang baik dan menyehatkan tubuh !
Sumber : Majalah Elfata edisi 04 vol 10 – 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar